Jakarta (MJI) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan penyidik Polda Metro Jaya melanjutkan penyelidikan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) terhadap tiga stafnya.

"Majelis hakim memutuskan polisi punya kewajiban melakukan penyelidikan kembali," kata pengacara tiga orang korban pelecehan seksual, Ahmad Jazuli saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/4) malam.

Jazuli mengatakan, Hakim Aksir membacakan amar putusan yang memutuskan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang ditertibkan polisi dinyatakan gugur.

Jazuli menyatakan majelis hakim menilai penerapan Pasal 284 kepada pejabat BPN berinisial GN sebagai terlapor, telah memenuhi unsur, sehingga proses hukumnya tidak bisa dihentikan.

Jazuli menambahkan penyidik juga dianggap memiliki bukti yang cukup berdasarkan keterangan saksi dan bukti lainnya.

Polda Metro Jaya juga diperintahkan menyampaikan hasil penyelidikan kepada kejaksaan, guna meminta petunjuk.

Penyidik Polda Metro Jaya menghentikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pejabat BPN tersebut sejak 17 November 2011.

Sebelumnya, tiga orang karyawan BPN termasuk sekretaris berinisial AIS dan dia orang staf BPN, berinisial AN dan NPS melaporkan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan atasannya, G.

Ketiga korban melaporkan G berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TDL/3124/1X/2011/PMJ/Dit.Reskrim.Um tertanggal 13 September 2011.

Kejadian berawal saat NPS mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari G sekitar Juli 2011 lalu.

NPS menceritakan kepada rekan kerjanya yang juga bawahan G, berinisial AIS dan AN, terkait peristiwa pelecehan seksual tersebut.

Sekretaris G, AIS dan staf lainnya, AN juga merasakan hal yang sama seperti pengakuan NPS.

AIS menjadi korban paling lama mengalami pelecehan seksual dari atasannya tersebut, sejak setahun lalu.

Sedangkan NPS mendapatkan perlakuan pelecehan seksual sejak Juli 2011 sebanyak dua kali dan AN sekitar Mei-Juni 2011.

Para korban sempat melaporkan kejadian itu, kepada pimpinan BPN sebanyak dua kali, namun tidak ada tanggapan.

Selanjutnya, para korban mendatangi salah satu pengacara Ahmad Jazuli, guna membicarakan perlakuan tidak senonoh pejabat BPN tersebut dan membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya. (T014/Z002-ant-mji)